Translate

Sabtu, 25 Desember 2021

PENTINGNYA MAHASISWA UNTUK MEMPELAJARI GIZI ANAK

BELAJAR YUK! - Dalam Ilmu Gizi berlaku untuk semua usia, sebagai calon guru harus paham yang perlu di konsumsi untuk usia dini dan yang tidak perlu di konsumsi. 

Berikut hasil diskusi antara Mahasiswa dan dosen STIT TN Sentul Bogor

Kenapa seorang mahasiswa harus belajar Ilmu Gizi?

Karena seorang calon guru harus mengetahui Ilmu Gizi untuk anak didiknya agar tercapai tujuan dengan tercukupinya kebutuhan gizinya sehingga tumbuh, kembang dan kecerdasannya sempurna dalam menyerap sesuai pelajaran yang disampaikan.

Dan apakah yang dimaksud tumbuh dan kembang?

Tumbuh merupakan perubahan ukuran organisme karena bertambahnya sel-sel dalam setiap tubuh organisme yang tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kuantitatif. Sedangkan berkembang merupakan salah satu perubahan organisme ke arah kedewasaan dan biasanya tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kualitatif. (https.brainly.co.id)

Pengaruh pertumbuhan dan perkembangannya :

1. Faktor Genetik
2. Faktor Lingkungan : 
 -Bio (kebiasaan hidup)
 -Fisio (perkembangan pemikiran)
 -Psiko (perkembangan anggota tubuhnya)
 -Sosio (perkembangan dilingkungannya dapat menjadikannya sebuah komunitas)

Contoh kajian kasus sebuah Rensume tentang kesehatan dan Gizi daerah penulis?

Kehidupan daerah lingkungan penulis sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah dengan penghasilan minim, karena dapat dilihat dari penampilan dalam kehidupan sehari - harinya.

Tingkat pendidikannya rata - rata SLTA lalu mereka terjun ke dunia kerja jika beruntung dan apesnya tidak jauh jadi pengangguran atau menikah dengan menggantungkan kehidupannya pada orang tuanya dengan mengandalkan sebuah warisan nenek moyang mereka.

Dan ada juga sebagian kecil diantara mereka yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Nah, dari keadaan hal diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kebutuhan gizi anak disana jika secara sepintas terpenuhi karena belum pernah mendengar kabar ada seorang anak yang sakit karena kekurangan gizi pada anak.

Mungkin karena adanya pengawasan rutin dari pihak Kesehatan POSYANDU dari desa, untuk mengontrol perkembangan dan pertumbuhan pada anak, yang diadakan sekitar sebulan sekali.

Dalam kegiatannya meliputi :

1. Penimbangan berat badan anak
2. Pengecekan tensi darah anak dan kondisi anak
3. Pemberian Vitamin jika terjadi kurang gizi pada anak
4. Pemberian Vaksin pada anak
5. Penyuluhan tentang gizi dan kesehatan pada anak

Dengan adanya kegiatan pengawasan diatas pada anak menjadi lebih baik, sehingga dapat meminimalisir kekurangan gizi pada anak.
 

Sumber :

Dosen Kesehatah Gizi Anak, STIT TN Sentul Bogor 2021

https.brainly.co.id di akses 25/12/2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar