BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Ma'had atau Pondok Pesantren merupakan tempat pendidikan diniyah atau keagamaan yang sudah tidak asing lagi untuk dikenali pada nusantara ini, tapi sayang masih belum begitu banyak yang memahaminya. Dari abad ke abad yang berawal dari daerah timur tengah kemudian berkembang kesuluruh penjuru – penjuru dunia salah satunya ke negara Indonesia. Menurut Syalabi, rumah Arqarn ini merupakan lembaga pendidikan Islam pertama yang digunakan oleh Nabi. Di rumah Arqam, Nabi mengajar para sahabat dan pengikut-pengikutnya tentang dasar-dasar ajaran agama Islam serta menyampaikan wahyu yang diturunkan Allah kepada beliau. (media.neliti.com)
Perlu dipahami ketika seseorang hendak memasukan anak asuhnya kepada salah satu lembaga Pendidikan tersebut manakah yang akan dipilih yang lebih tepat untuk anak – anaknya dalam pendidikannya agar sesuai dengan tuntutan zaman. Dan saat sekarang sedang populer dengan Ma'had atau Pondok Modern yang pembelajarannya yang mengkombinasikan baik pendidikan Umum dan Agama.
Oleh karena itu tidaklah sulit jika hendak mengidentifikasikan Pondok pesantren Modern dan penyebarannya begitu meluas keseluruh pelosok nusantara dan hampir merata ke desa – desa, sehingga mudah didapatkan dimanapun dan cocok bagi anak – anak masa kini karena pengajarannya lebih praktis seperti halnya pada pengajaran – pengajaran yang diterapkan pada Ma'had atau Pondok Ash Shanaya Qur'an.
Pada pembahasan ini, yang didasarkan pada uraian diatas penulis akan melakukan sebuah penelitian yang berjudul “Kelebihan dan Kekurangan Proses Pengajaran pada Ma'had atau Pondok Modern Ash Shanya Qur'an” yang bertujuan agar dapat menjadi solusi bagi Masyarakat dalam memahaminya sehingga dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam memilih Ma'had atau Pesantren Modern yang lebih tepat.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat diidentifikasikan problematika diatas yaitu sebagai berikut :
Masih begitu banyak sebagian orang yang belum memahami Ma'had atau Pondok Modern yang sebenarnya
Dan masih terdapat kesulitan untuk mengidentifikasi dalam menentukan dalam pemilihan Ma'had atau Pondok Pesantren Modern yang sesuai dengan keadaan peserta didik
1.3 Rumusan Masalah
Apakah yang dimaksud dengan Ma'had atau Pesantren Modern?
Bagaimanakah Perkembangan Ma'had atau Pondok Ash Shanaya Qur'an?
Bagaimanakah kelebihan dan kekurangan Ma'had atau Pondok Pesantren Ash Shanaya Qur'an?
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah dan asumsi penilaian dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
Penguraian dalam mendeskripsikan tentang awal kemunculan Ma'had atau Pondok Modern
Proses pertumbuhan Ma'had atau Pondok Modern di Nusantara Khususnya Ma'had Ash Shanaya Qur'an
Ma'had atau Pondok Modern masih belum dapat menyerap peserta didik secara maksimal
1.5 Tujuan Penelitian
Memahami maksud Ma'had atau Pesantren Modern
Mengetahui Perkembangan Ma'had atau Pondok Ash Shanaya Qur'an
Mengetahui kelebihan dan kekurangan Ma'had atau Pondok Pesantren Ash Shanaya Qur'an
1.6 Manfaat Penelitian
1. Bagi Penulis
Dapat memperaktekan dan memperluas Ilmu Pengetahuan pada kehidupan yang sebenarnya
Menambah wawasan dalam penulisan karya Ilmiah
2. Bagi Masyarakat
Dapat memberikan pemahaman tentang Ma'had atau Pondok Pesantren masa kini
Memberikan informasi tentang pencarian Ma'had atau Pondok Pesantren yang lebih tepat
3. Bagi Peneliti Lain
Bagi peneliti lain, penulis berharap dapat menjadi sebuah referensi untuk penelitian yang lebih jauh lagi
1.7 Metodelogi Penelitian
Metode yang dipakai dalam penulisan tugas akhir adalah dengan menggunakan sebuah metode prototype yang dapat meliputi tahapan sebagai berikut :
1. Analisis Kebutuhan
Tahapan analisis kebutuhan yang bertujuan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kebutuhan sehingga dapat disesuaikan dengan semua kebutuhan penelitian yang kemudian akan didefinisikan
2. Membangun Prototype
Membangun Prototype dapat dilakukan dengan membuat perencangan sementara yang akan berfokus pada penyajian data
3. Menguji Prototype
Menguji Prototype dapat dilakukan dengan tujuan untuk menguji keabsahan hasil penelitian yang dapat dijadikan Ilmu pengetahuan
4. Evaluasi Prototyping
Evaluasi ini dapat dilakukan untuk mengidentifikasi apakah hasil penelitian sudah sesuai harapan dan akan ditindak lanjuti jika sudah sesuai harapan atau masih belum sesuai harapan dan akan direvisi dengan mengulang langkah sebelumnya.
1.8 Sistematika Penelitian
Dalam penulisan ini menyusun Laporan Penulisan kedalam beberapa Bab dan setiap Bab yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena saling berhubungan dengan rincian sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab ini membahas Latar belakang masalah, Identifikasi masalah, Rumusan, Batasan masalah, Tujuan penelitian, Manfaat penelitian, Metode penelitian, dan Sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Pembahasan pada Bab ini tentang teori - teori yang berhubungan dengan tentang Pengertian, Perkembangan serta kelebihan - kelebihan dan kekurangan - kekurangan Ma'had atau Pondok Modern.
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
Pada Bab ini membahas tentang mengidentifikasi atau mendiagnosa masalah sesuai dengan sistem yang telah diajukan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
Pada Bab ini pembahasannya adalah mengenai Implementasi dengan cara yang sesuai dengan pemahaman yang disertai dengan evaluasi sesuai yang diajukan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan merupakan jawaban dari hasil penelitian yang diajukan penulis atas pertanyaan - pertanyaan yang telah dinyatakan. Dan saran yang diajukan penulis kepada pihak - pihak yang terkait sehubungan dengan hasil penelitian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar