Translate

Sabtu, 12 Desember 2020

Manfaat Pelaksanaan Evaluasi untuk Siswa

Belajar Yuk! - Artikel pelakasanaan tugas untuk membahas tentang manfaat pelaksanaan evaluasi untuk siswa. Tapi sebelumnya alangkah baiknya untuk pembahasan maksud daripada pengertian Evaluasi itu sendiri yang akan dijadikan landasan untuk peninjauannya.

Apasih yang dimaksud dengan Evaluasi?

Evaluasi adalah proses menetukan nilai untuk suatu hal atau objek yang berdasarakan pada acuan-acuan tertentu untuk menentukan tujuan tertentu. (Wikipedia.com)

Apasaja Manfaat evaluasi bagi siswa?

Bagi siswa evaluasi yang dilakukan akan bermanfaat untuk mengukur pencapaian keberhasilannya dalam mengikuti pelajaran yang telah diberikan oleh guru. Dalam hal ini ada dua kemungkinan (Steemit.com) yaitu :
  1. Hasil bagi siswa yang memuaskan
    Jika siswa memperoleh hasil yang memuaskan, tentunya kepuasan ini ingin diperolehnya kembali pada waktu yang akan datang. Untuk ini siswa akan termotivasi untuk belajar lebih giat agar perolehannya sama bahkan meningkat pada masa yang akan datang. Namun, dapat pula terjadi sebaliknya, setelah memperoleh hasil yang memuaskan siswa tidak rajin belajar sehingga pada waktu berikutnya hasilnya menurun.
  2. Hasil bagi siswa yang tidak memuaskan
    Jika siswa memperoleh hasil yang tidak memuaskan, maka pada kesempatan yang akan datang dia akan berusaha memperbaikinya. Oleh karena itu, siswa akan giat belajar. Tetapi bagi siswa yang kurang motivasi atau lemah kemauannya akan menjadi putus asa.

Belajar Yuk! Apa sih yang dimaksud dengan Silabus

Stit Tn - Ruang kelas semester 5 membahas makalah yang berjudul silabus bersama kelompok 6 yang meliputi :

1. Apa pengetian silabus?
2. Apa saja prinsip-prinsip untuk mengembangkan silabus?
3. Bagaimana langkah-langkah dalam mengembangkan silabus?

A. Pengertian Silabus
Istilah silabus dapat didefenisikan sebagai ”Garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran” (Salim, 1987: 98) yang dikutip oleh Masnur Muslich. Silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ingin dicapai, dan poko-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai standar kompetensi (kompetensi inti) dan kompetensi dasar. 

Silabus adalah ancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu, sebagai hasil seleksi, pengelompokan, pengurutan, dan penyajian materi kurikulum, yang dipertimbangkan berdasarkan ciri kebutuhan daerah setempat. 

Dalam konteks kurikulum 2006 (KTSP) Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar (sekarang kompetensi inti), materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 
Dari beberapa definisi silabus di atas dapat disimpulkan bahwa silabus adalah seperangkat rencana yang berisi garis besar atau pokok-pokok pembelajaran yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian,alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.

B.       Prinsip Pengembangan Silabus
Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang berisikan garis-garis besar materi pembelajaran. Beberapa prinsip yang mendasari pengembangan silabus, antara lain:

1.    Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus benar dan dapat dipertanggungjawabakan secara keilmuan. Untuk mencapai kebenaran ilmiah tersebut, dalam penyusunan silabus  harus melibatkan para pakar di bidang keilmuan masing-masing mata pelajaran, agar materi yang disajikan dalam silabus sahih (valid). 

2.    Relevan
Relevan dalam silabus mengandung arti bahwa ruang lingkup, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik; yakni: tingkat perkembangan fisik, intilektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik. 

3.    Sistematis
Karena silabus dianggap sebagai sistem, sesuai konsep dan prinsip sistem, penyusunan silabus dilakukan secara sistematis, sejalan dengan pendekatan sistem atau langkah-langkah pemecahan masalah. Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. 

4.    Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten (ajek, taat asas) kompetensi dasar, indikator, materi pokook, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian. 

5.    Memadai
Bahwa ruang lingkup, indikator, materi standar, pengalaman belajar, sumber belajar, dan system penilaian yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap peserta didik dapat mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Prinsip memadai ini juga berkaitan erat dengan sarana dan prasarana yang ada dalam satuan pendidikan yang dapat menunjang tercapainya kemampuan siswa. 

6.    Aktual dan Kontekstual
Bahwa ruang lingkup kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian yang telah dikembangkan harus memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi dan berlangsung di masyarakat. 

7.    Fleksibel
Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. 

8.    Menyeluruh
Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
 
C. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus

1.    Mengkaji Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut:

a. Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi.
b. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.
c. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. 

2. Mengidentifikasi materi Pokok/Pembelajaran
Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:

a. Potensi peserta didik.
b. Relevansi dengan karakteristik daerah.
c. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik.
d. Kebermanfaatan bagi peserta didik.
e. Struktur keilmuan.
f. Aktualitsasi, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran.
g. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.
h. Alokasi waktu. 

3.    Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. 

Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:

a. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
b. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
c. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
d. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi. 

4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. 

5. Menentukan Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. 

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. 

Terdapat beberapa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian, yaitu:

a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi
b. Penilaian menggunakan acuan kriteria
c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan.
d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut.
e. Sistem penilaian harus disesuaiakan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. 

6.    Menentukan Alokasi Waktu
Penetuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasaan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakanperkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. 

7.    Menentukan Sumber/Bahan Ajar
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan  untuk kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik, narasumber, lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada kompetensi inti dan kompetensi dasar serta materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Diskusi tanya jawab :

Apakah manfaat pembuatan silabus dari segi positif dan negatifnya?

Sebagai panduan pembuatan RPP, Mengetahui batasan pembelajaran sebagai panduan dasar. Sisi negatifnya tidak ada. 

Siapakah yang seharusnya pembuat silabus?

Pembuatan silabus oleh guru itu sendiri yang dikaitkan dengan pembelajaran. Jadi pembuatan silabus. Jika silabus  pembuatannya dari pemerintah maka akan bersifat umum, yang disesuaikan dengan keperluan.

Bagaimana penyesuaian seorang guru terhadap silabus dengan mapel yang telah ketinggalan?

Mengadakan remedial dengan perhatian lebih dan pembuatan silabus biasanya berbeda beda sesuai dengan lembaga masing masing ada yang perminggu, perbulan, dan pertahun.

Penyanggahan seorang Audien yaitu harus sebisa mungkin jadi tuntutan seorang guru dengan mengutamakan pada ketertinggalan pembelajaran tersebut diantaranya dapat dilakukan dengan pengayaan yang diikuti dengan remedial.

Dalam hal ini Bpk Ade Sahabudin mengatakan dapat dilakukan dengan membuat kerangka belajar pada poin poin yang penting

Sumber :
Robby dkk, 20202. Makalah Silabus. Stit Tn Sentul

Jumat, 11 Desember 2020

Belajar Yuk! Learning English





Belajar Yuk!
- Penggunaan Grammer dalam bahasa Inggris yang meliputi Form, Affirmative, Negative, and Interrogative mari kita pelajari bersama.

Form

Affirmative

Negative

Interrogative
Rumus

Example :
Present Simple

He is a Chef
He cooks delicius food
I'm a buider
I build houses
She works very hard most of the time

Present Continuous

Now, he is cooking a new recipe
At the moment, I'm building a new house
At the moment, she is chatting in the workplace


Sabtu, 05 Desember 2020

Teknik Penyusunan Karya Ilmiah

 

 

 PENDAHULUAN

Alur penyusunan Pendahuluan

a. Latar Belakang

    Menjelaskan apa dan mngapa tema/topik/judul karya Ilmiah dipilih

b. Identifikasi Masalah

    Kemungkinan masalah - masalaah yang timbul dari tema/topik/judul

c. Pembahasan masalah 

    Menetapkan / memilih masalah dari kemungkinan yang ada disertai argumentasi

d. Perumusan Masalah

    Mengembangan pertanyaan - pertanyaan yang bersumber dari maslah yang dipilih 

    Bisanya perertanyaan yang meliputi : bagaimana Pengaruh - Apa Pengaruh - Bagaimana  Pengaruh 

    variabel - variabel lain

e. Tujuan

f. Metod Pencarian Masalah

    Suatu gap (Celah) ntara kenyataan aktual dan keinginan ideal yang dikehendaki

    Kondisi Aktual-------------------------------------------------Keinginan Ideal

                                     Gap (Masalah penelitian)

g. Cara menemukan masalah

  • perlu pertanyaan (5W+1H) agar mudah menemukan Ide -ide yang tepat
  • Pemicu ide yang ada dimana-mana, dibutuhkan sikap mental yang kondsif dan kebiasaan mengamati situasi sekitar
  • Perlu mengetahui mengetahui tempat atau situasi aktifitas apa yang dapat memicu ide kreatif untuk menulis

h. Sumber masalah

  • Bacaan  lporan hasiil penelitian
  • Seminar dan Diskusi
  • Pernyataan pemegang otoritas   
  • Browsing Internet
  • Pengalaman pribadi
  • Pengamangatan

   i. Pertimbangan menetapkan masalah

  • Bermanfaat?
  • Mempunyai kemampuan? 
  • Menarik?
  • Spesifik?
  • Memberikan Inovasi?
  • Data bisa diperoleh?           

  
 

Jumat, 04 Desember 2020

PENGANTAR KBM

 STIT TN Sentul - 

KBM meliputi :

  1. Input adalah
  2. Proses
  3. Output

 mengatakan bahwa dari ketiga hal diatas yang terpenting adalah sebuah proses (teori, tehnik, penilaian dan sebagainya) karena ketika prosesnya baik maka hasil Outputnya akan bagus 

Prosedur Teks :

  • Judul
  • Bahan/Alat
  • Tekhnik atau Stepnya  (Simple present tense and Imperative)   

Tekhnik mengajar efektif adalah keseinambungan antara ucapan dan bahasa tubuh sebagai penerjemah kaliat lisan atau sebagai media pendukung atas ucapan lisan sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih disebut dengan Tekhnik mengajar Sistem Pazzel.  

dapat dengan memperbanyak kosakata yang berhubungan, dengan permainan  atau dengan cara yang lainnya yang lebih luas.

Jenis - jenis Komunikasi tbagi dua yaitu :

  1. Komunikasi Formal
  2. Komunikasi Informal

Teknik - teknik dalam KBM menjadi tiga macam yaitu :

  1. Informatif adalah suatu jenis komunikasi antara komunikator dan komunikan sehingga memahami informasi yang disampaikan.
  2. Persuasif adalah suatu jenis komunikasi yang mengajak kepada pemikiran apa yang apa yang akan disampaikan.
  3. Instruktif adalah suatu jenis komunikasi yang berbentuk perintah yang sangat tegas. Kominikasi ini diterapkan dalam dunia militer.